Showing posts with label daily notes. Show all posts
Showing posts with label daily notes. Show all posts

Monday, December 17, 2018

Pemikiran Orang Kampung



www.ghaducawa.blog

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang keresahan yang saya rasakan selama ini, saya tinggal di didaerah yang termasuk masih dalam sebutan kampung.

Dikampung saya bisa lebih merasakan apa yang dinamakan ramah tamah, kepedulian, rasa kekeluargaan serta kerukunan antar tetangga, walaupun ada saja masalah yang sering timbul tetapi dikampunglah tempat terbaik untuk belajar toleransi.

Hidup di daerah kampung sedari saya kecil sampai sekarang, membuat saya menjadi pribadi yang suka menolong serta penuh rasa toleransi. Saya tidak pernah sekalipun memilih memilih teman baik dari segi agama, adat, ras bahkan dari hal apapun, saya bisa berteman dengan siapa saja. 

Hidup di kampung banyak mengajarkan saya untuk dapat hidup dimana saja serta disituasi apa saja, karena saya dari kecil berada dilingkungan yang sangat mendukung saya dalam hal apapun.

Begitu banyak energi positif yang saya dapatkan selama saya hidup di kampung, tetapi ada satu yang membuat saya sedikit tidak suka dengan pemikiran orang  kampung yang menurut saya tidak sejalan dengan pemikiran otak saya.

Setiap hari saya selalu memikirkan hal itu, ada apa dengan pemikiran orang yang tinggal di kampung? 

Oh iya walaupun saya tinggal di daerah yang masih kampung tetapi saya disekolahkan di tempat yang menurut saya tidak kalah dengan sekolah yang ada di kota kota besar. Sehingga perilaku saya tidaklah terlalu kampungan.

Hal yang membuat saya sedikit tidak suka dengan pemikiran orang kampung adalah, orang kampung itu lebih suka kerjamenggunakan otot ketimbang otak, ya maklumlah dikampung saya masih banyak yang orang yang menyepelekan pentingnya sekolah. Rata rata anak anak disana setelah lulus smp lalu pergi merantau, padahal menurut saya dengan pengatuhuan yang sangat minim mereka tidak akan mendapatkan posisi kerja yang bagus serta dengan gaji yang bagus pula.
www.ghaducawa.blog

Ada lagi hal yang paling tidak saya suka dari pemikiran orang kampung adalah mereka seakan menolak adanya perkembangan teknologi, karena setiap mereka melihat perkembangan teknologi mereka tidak mau untuk mencobanya, padahal itu bisa membantu menyelesaikan tugas mereka dengan lebih cepat.

Seperti halnya ketika orang kota bisa menggunakan mesin untuk memanen padi, orang orang kampung malah memilih untuk menolak teknologi itu dengan alasan dengan adanya mesin itu akan merugikan para buruh panen. Iya memang harusnya begitu tetapi dengan menggunakan mesin bisa sangat memudahkan serta mempercepat waktu memanen, dengan begitu bisa melakukan penanaman padi lagi.

Iya sama memahami setiap perkembangan tekonlogi pasti ada dampak baik dan buruknya, tetapi jangan sampai Kita menutup diri bahkan menolak perkembangan teknologi. Seharusnya Kita dengan adanya teknologi yang baru Kita juga harus bisa memanfaatkannya dong, bahkan Kita seharusnya bisa menjadi lebih kreatif.

Keresahan saya yang terahir adalah ketika saya memakai laptop untuk membuat postingan blog saya, saya selalu diremehkan dengan kata kata "setiap hari cuma di dalam kamar mainan laptop saja" Padahal saya sering sekali membjelaskan "saya membuat postingan blog saya supaya saya bisa mendapatkan uang" tetapi mereka selalu tidak percaya padahal saya sering menjelaskannya dengan panjang lebar.

Dengan keadaan diatas saya bisa menyimpulkan orang yang kampungan akan selalu mengejarkan pekerjaan yang pernah dilakukan orang tuanya atau sesepuhnya saja mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda menurut pesion mereka.Walaupun tidak semua orang kampung bersifat seperti yang saya jelaskan diatas. Tetapi Semoga dengan saya cerita kan keresahan saya selama ini bisa membuka mata seluruh masyarakat yang selalu menolak perkembangan teknologi, apalagi sekarang udah masuk pasar bebas, maka diharap seluruh masyarakat untuk tidak GAPTEK atau gagap teknologi karena itu bisa sangat merugikan.

Semoga seluruh masyarakat Indonesia bisa secara menyeluruh merasakan kemudahan teknologi yang telah ada. Serta dapat memanfaatkannya dengan bijak dan baik.Jangan sampai Kita diperbudak oleh teknologi, karena teknologi diciptakan untuk membantu Kita buka menghancurkan kita.
Read More

Pasir Sakti



Banyak orang yang menganggap bahkan mempercayai bahwa setiap nama itu mempunyai tujuan serta arti masing masing, kalau biasanya nama itu identik dengan nama orang maka kali ini saya akan membahas arti nama dari sebuah tempat yang bernama Pasir Sakti.

Karena setiap orang memiliki pendapatnya masing masing dari tujuan deberikan nama tersebut, makan kali ini saya akan membahas arti dari nama Pasir Sakti. Saya akan mengaitkan arti nama pasir sakti ini dengan pengalaman saya selama hidup di Pasir Sakti.

Nama Pasir Sakti untuk kebanyakan orang pasti banyak sekali yang menanyakan pasirnya sakti? pasirnya bisa ngomong? pasirnya punya kekuatan? Nah pertanyaan pertanyaan itu hadir dari teman teman saya setelah saya mulai kuliah di Bandar lampung yang lokasinya jauh dari Pasir Sakti. Dan saya hanya menjawab dengan senyuman, soalnya saya juga belum mengetahui arti yang sebenarnya dari nama Pasir Sakti.

Karena tidak ada tempat yang pasti untuk menanyakan arti nama dari Pasir Sakti, maka saya akan mengartikannya menurut pandangan pribadi saya selama saya tinggal di Pasir Sakti.

"Dahulu Pasir Sakti belum seramai sekarang, sekarang sudah ada Indomart, Alfamart, cafe dan tempa tempat lain yang kekinian, nampaknya pasir sakti menurut saya begitu cepat berkembang.

Dahulu Pasir Sakti belum sepanas sekarang ini, sekarang udara di pasir sakti semakin hari semakin panas serta makin banyak polusi.

Dahulu Pasir Sakti berdiri dengan masyarakat yang saling menolong, ramah, gotong royong, rukun dan damai.

Dahulu Pasir Sakti berdiri dengan rasa toleransi yang tinggi, tidak pernah ada yang mempermasalahkan adanya perbedaan Agama, ras dan suku.

Sekarang Pasir Sakti menjadi bukan tempat yang penuh kesejukan.

Sekarang Pasir Sakti hanya menjadi ladang mencari uang dengan keegoisan.

Sekarang Pasir Sakti penuh kebohongan, ucapan janji pemimpin untuk pasir sakti selalu bertolak belakang dengan janji yang ditentukan, 100 janji hanya bisa diwujudkan 10% saja bahkan kurang.

Sekarang Pasir Sakti bukan lagi tempat yang baik untuk menyampaikan pendapat, sudah terlalu banyak orang yang merasa pintar dengan keegoisannya.

Sekarang Pasir Sakti hanya milik para penguasa dinas dan masyarakat hanya prajurit untuk menebalkan dompetnya.

Sekarang Pasir Sakti penuh dengan lubang air yang kapan pun siap menenggelamkam semua orang.

Sekarang Pasir Sakti penuh orang yang kaya kesombongan akan harta dan melupakan orang sekitarnya".

Pemerintahan sekarang hanya bukan tentang kepentingan masyarakat tetapi tentang kepentingan golongan yang bisa menebalkan dompet mereka.

Dengan uraikan kata diatas saya dapat menyimpulkan bahwa arti pasir sakti yang sesungguhnya adalah orang yang tinggal disana, orang yang tinggal disana mempunyai kekuatan untuk membangun pasir sakti atau menghancurkan pasir sakti.

Seperti hal yang semua orang tau di Pasir Sakti eksploitasi alam berjalan seakan tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan, penggalian Pasir yang sempat dihentikan perlahan muncul kembali setelah amarah teredam.

Seperti hal pemerintahan yang seharusnya dapat memudahkan masyarakat dalam kepengurusan kependudukan malah menjadi ajang mencari uang dari ketidaktauan masyarakat.

Seperti halnya keramahan yang seharusnya menjadi ciri khas orang desa kini perlahan menjadi sebuah cibiran iri kepada tetangga. 

Pasir sakti bisa saja terus berkembang dengan masyarakat yang sejahtera asalkan masyarakat dapat memanfaatkan kesaktian pasir sakti dengan baik, bukan dengan keburukan. Walaupun semua orang tau kejahatan tidak akan menang melawan keburukan tapi ayolah sebarkan lebih banyak kebaikan, supaya kesaktian Pasir Sakti terkenal dengan kebaikan buka keburukan.




Read More